KONGRES NASIONAL TRANSMIGRASI

Rabu, 9 Oktober 2019 03:46:37 - Oleh : Wardhana, Eko Wisnu

KONGRES NASIONAL TRANSMIGRASI

Kongres Nasional Transmigrasi tahun 2019, diselenggarakan di Auditorium Graha Sabha Pramana, Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Selasa, 17 September 2019. Kongres ini mengambil tema “Restorasi Transmigrasi 4.0 Untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia Mandiri dan Sejahtera” . Kegiatan yang semula dihadiri Presiden RI, Joko Widodo tersebut diwakili oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Eko Putro Sandjojo.

Kongres Transmigrasi 2019 dihadiri pula oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Pelayanan Publik, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Jogyakarta, Para Gubernur dan Bupati se-Indonesia, dan para pejabat eselon I di lingkup Kemendes-PDTT.

Saat membuka Kongres Nasional Transmigrasi Indonesia di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo  mengatakan pengembangan kawasan transmigrasi juga harus memanfaatkan perkembangan teknologi industri 4.0. Ia menepis anggapan ketidakmampuan transmigran bersaing di era tersebut

Ditambahkannya, program transmigrasi telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Meski demikian, tantangan program transmigrasi saat ini lebih besar mengingat kebutuhan transmigran masa lalu dan saat ini jauh berbeda. Tak hanya rumah, lahan pertanian, dan biaya hidup sementara, transmigran juga butuh model bisnis baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi transmigran

Menteri Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengatakan, transmigrasi merupakan kegiatan yang berdimensi ganda. Disatu sisi untuk mengurangi kepadatan penduduk di daerah-daerah tertentu untuk memberi keleluasaan bagi usaha-usaha pembangunan dan rehabilitasi di daerah bersangkutan. Di lain pihak, transmigrasi dimaksudkan pula untuk membantu dan merangsang peningkatan pembangunan di daerah-daerah yang relatif masih terbelakang. Dengan cara demikian, diharapkan akan diperoleh keserasian dalam laju pembangunan antar daerah

Untuk itu, dirinya meminta peserta Kongres Nasional Transmigran dapat merumuskan model yang bisa memberikan benefit lebih besar kepada transmigran. Jika tidak ada benefit lebih yang diberikan kepada transmigran kita khawatir para transmigran pulang ke kampung halaman atau melakukan urbanisasi ke kota “Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo berharap Semoga kongres ini bisa menciptakan model bisnis baru untuk transmigrasi, untuk menjawab tantangan-tantangan besar kita di masa akan datang,” tutupnya

Pada acara ini juga dilakukan Deklarasi Bulak Sumur dan Gerakan Nasional Transpolitan Hijau 4.0 (Green Transpolitan 4.0). Deklarasi gerakan transpolitan ini tertuang pada Policy Brief yaitu :

  1. Melaksanakan Revolusi Tranmigrasi 4.0 Indonesia Inovatif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pertumbuhan wilayah sebagai kebijakan nasional
  2. Pembangunan Green Transpolitan 4.0 sebagai program prioritas nasional yang berorientasi pada pasar ekonomi dan tata ruang wilayah
  3. Mengembangkan konsep baru Dreen Transpolitan 4.0 berbasis ekonomi digital dan branding dengan sumber daya manusia sebagai kunci perubahan transmigrasi konvensional ke transmigrasi 4.0
  4. Mengembangkan inovasi kawasan Green Transpolitan 4.0 menjadi Transscience Technopark yang tumbuh cepat terintegrasi dengan pembangunan wilayah
  5. Gerakan nasional Green Transpolitan 4.0 dengan pola pengembangan kemitraan pentahelix, meliputi pemerintah, akademisi, swasta, komunitas dan media

« Kembali | Kirim | Versi cetak