PELUANG DAN TANTANGAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN DI KABUPATEN KULON PROGO

PELUANG DAN TANTANGAN PEMUDA

DALAM PEMBANGUNAN DI KABUPATEN KULON PROGO

EW. WARDHANA

 

     Saat memperingati 100 Tahun Kebangkitan Nasional di tahun 2008 lalu, Panitia Peringatan Satu Abad Kebangkitan Nasional DIY mengusung tema “Merajut Potensi Untuk Kejayaan Negeri” dan salah satu kegiatan yang dilaksanakan pada waktu itu adalah Sarasehan Pemuda dengan tema “Industri di Kulon Progo Bagian Selatan, Manfaat, Masalah dan Solusi bagi Pemuda” bekerja sama dengan Karang Taruna Wates, Kulon Progo.

     Sarasehan yang dihadiri oleh Ketua Karang Taruna DIY saat itu (GKR Pembayun) dan seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten/Kota se DIY serta anggota Karang Taruna ini menghadirkan pembicara Wakil Bupati Kulon Progo dan Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo. 

 

Pembangunan di Kabupaten Kulon Progo

     Dalam sarasehan di tahun 2008 tersebut, Wakil Bupati Kulon Progo menyampaikan Visi Pembangunan dan Issue-Issue Strategis yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Visi Rencana Pembangunan Jangka Panjang  Daerah (RPJP Daerah) 20 tahun (2005 – 2025) Kabupaten Kulon Progo adalah “ Masyarakat Kabupaten Kulon Progo yang maju, mandiri, sejahtera lahir dan batin”.

     Beberapa Issue-Issue Strategis yang akan dilaksanakan pada beberapa tahun ke depan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, sebagai berikut (saat disampaikan di tahun 2008) :

1). Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan, 2). Pembangunan Bandar Udara, 3). Pembangunan Industri Baja, 4). Pemindahan Lantamal dari Surabaya, 5). Pengembangan pelabuhan perikanan ”Tanjung Adikarto” menjadi pelabuhan Samudra, 6). Pengembangan Industri Kelautan 7.) Pengembagan Pariwisata, 8). Pengembangan Agropolitan, 9). Pengembangan Wilayah Menoreh, 10).  Pembangunan terminal tipe A di Bendungan, 11). Pengembangan Kawasan Industri dan Dry Port di Sentolo.

     Delapan dari Sebelas issue strategis tersebut berada di wilayah selatan, namun multipler effect-nya akan menyentuh seluruh masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, karena seluruh kegiatan pembangunan tersebut akan membuka peluang jalur transportasi dan komunikasi baru, peluang lapangan kerja (minimal 15.000 orang), pertambahan penduduk (sehingga dibutuhkan tambahan pangan, sandang dan papan) yang ini semua tidak mungkin akan dipenuhi dari Kulon Progo sisi selatan , tentunya membutuhkan pemasok dan penyangga kebutuhan dari Kulon Progo sisi tengah dan utara.

 

Kondisi Pemuda

     Lahirnya Boedi Oetomo 20 Mei 1908 , yang pada perkembangan berikutnya (20 tahun kemudian) kaum muda Indonesia mencetuskan Soempah Pemoeda di Jakarta 28 Oktober 1928 sebagai tonggak Kebangkitan Nasional, diharapkan pada masa sekarangpun menjadi penyemangat dan meng-ilhami hati setiap generasi muda untuk berkiprah dan mengambil peran dalam pembangunan, jangan hanya menjadi penonton dan terlindas oleh pembangunan itu sendiri.

     Menurut beberapa penelitian (yang ini terkait juga dengan pemuda), bahwa faktor-faktor terjadinya pengangguran, antara lain dari 1). Faktor Eksternal : rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya pertumbuhan angkatan kerja, terjadinya pergeseran struktural, enggan mencari (menunggu) informasi lowongan kerja. 2). Faktor Internal : filosofi yang salah (bekerja itu menjadi pegawai/karyawan), produktifitas rendah, kurang inisiatif (takut mengambil resiko, kurang memanfaatkan peluang dan kurang mandiri). 3). Faktor kultur : bangga menjadi pegawai dibandingkan dengan wirausaha, bangga bekerja di sektor formal dibandingkan dengan bekerja di sektor informal.

 

Peluang, Tantangan dan Solusi bagi Pemuda

     Dengan adanya issue strategis di Kabupaten Kulon Progo, yang kemudian ditunjukkan dengan akan mulai beroperasinya Bandara YIA pada tahun 2019 ini, maka hal tersebut memberikan peluang dan tantangan bagi generasi muda untuk menyongsong masa depannya dalam mengambil peran memanfaatkan peluang agar tidak menjadi penonton. Pemuda harus bisa menunjukkan diri punya kelebihan atau daya saing, jangan hanya kemudian mengandalkan bahwa ”saya warga Kulon Progo harus diterima bekerja”... (tetapi, yang utama adalah bahwa warga Kulon Progo harus mempunyai ”paling tidak mempunyai 5 senjata”).

     Peluang tersebut diantaranya : 1). peningkatan kebutuhan tenaga keja, 2). peningkatan sektor riil terkait (penyediaan barang dan jasa, 3). Kebutuhan usaha pendukung (pangan, sandang, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan). Sedangkan tantangan yang dihadapi diantaranya 1). spesifikasi dan ketrampilan yang dibutuhkan pada industri/usaha yang akan berdiri, 2). pelaku ekonomi dari luar daerah, 3). alih fungsi dan kepemilikan lahan, 4). ketahanan sosial budaya (perubahan sosial akibat pembangunan), 5). adanya tenaga kerja dari luar daerah,

     Solusi apa yang bisa dilakukan oleh pemuda, diantaranya 1). menyiapkan diri menjadi tenaga kerja yang memiliki daya saing (”paling tidak mempunyai 5 senjata”) yaitu Karakter yang baik dan kuat, ketrampilan yang sesuai bidangnya, sertifikat profesi, lisensi dari yang berwenang dan pengalaman kerja (on the job training/magang).

     Karakter ini sudah sejalan dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah tentang Pendidikan Karakter, dan karakter tidak bisa dibangun dalam dua tiga bulan, tetapi harus sejak usia dini. Sebagai contoh, jika anak anak di SMA sudah diberikan aturan seperti : Masuk halaman sekolah : parkir motor,  garis parkir, garis jalan, dll. Pakaian (- Kancing baju paling atas tetap dibuka, - Kaos dalam jangan kelihatan, - Ikat pinggang biasa, - Sepatu hitam,   - Isi saku baju, dll), Rambut : paling panjang 3 cm

     Ketrampilan bisa ditingkatkan (dari yang belum bisa/kompeten menjadi bisa/kompeten, yang sudah kompeten ditingkatkan lagi), diantaranya dengan mengikuti dan meningkatkan ketrampilan (bisa melalui diklat yang dilaksanakan Dinas Nakertrans/UPT BLK, Dinas Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata maupun LPK/LKP Swasta, 2). menjadi pelaku ekonomi yang kuat (tumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan menggandeng berbagai Asosiasi/Himpunan, berkelompok untuk membentuk Koperasi dan UMKM guna memudahkan koneksitas dan sinergi dalam meningkatkan kualitas produk, 3). inventarisasi kebutuhan pelaku industri (sebagai peluang diversifikasi usaha jasa seperti transportasi, rumah makan, homestay, laundry, service AC atau elektronik dan usaha lain yang akan dibutuhkan ketika industri/pembangunan tersebut sudah beroperasi).

     Menyongsong perubahan Kabupaten Kulon Progo (5 – 10 tahun yang akan datang), perlu disikapi oleh pemuda agar perubahan membawa kesejahteraan dan kemakmuran hidup. Menurut Bapak Sugeng Santoso (salah satu pendiri Badan Koordinasi Purnawirawan Angkatan Laut Rayon DIY dengan Pokja Jala Guna Samudra) : ” bahwa kita harus mengejar kemajuan, bukan mengejar ketertinggalan ” .

     Yang harus kita pahami pula bahwa manusia itu dapat berubah, bukankah kehidupan ini juga berubah? Dari ketidaksempurnaan lalu terjadi perubahan, terus tumbuh dari hari ke hari.(Drs. AF Jaelani,1999). Orang bijakpun berkata : ”Anda mengharapkan keberhasilan, tetapi anda tidak melalui jalannya. Sesungguhnya kapal laut itu tidak berjalan di atas jalan yang kering.” Pemuda harus tahu jalan yang harus ditempuh dan banyak pintu yang harus pemuda buka. Untuk itu, pemuda harus tahu bagaimana caranya.

     Dalam firmannya Allah SWT  : ”Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ...”(ar-Ra’d:11). Dalam ayat tersebut jelas tersurat bahwa untuk mencapai suatu keadaan tertentu maka manusia harus berusaha, tentunya termasuk di dalamnya adalah pemuda. Pemuda Kulon Progo songsonglah perubahan pembangunan dengan menyiapkan diri semampu kalian, masa depan tergantung pada diri kalian sendiri. Mampukah? Wallahu’alam.