BBPP Bekasi Gelar Pelatihan Kewirausahaan Produktif Terintegrasi di BLK Kulon Progo

Pembukaan Pelatihan Kewirausahaan Produktif Terintegrasi
antara BLK Kulon Progo dan BBPP Bekasi


Balai Latihan Kerja (BLK) Kulon Progo bekerjasama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Bekasi menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan produktif terintegrasi.


Pembukaan pelatihan diselenggarakan pada hari Senin (27/1) di Aula BLK Kulon Progo dan dihadiri Kepala Tata Usaha BBPP Bekasi Ibnu Wiyoto Asisten Pembangunan Sekda Kulon Progo Ir Bambang Tribudi Harsono,MM, Kadisnakertrans Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana,SE, serta perwakilan OPD Dinas Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Sosial PPA dan Kepala BLK Kulon Progo Suradiman,SIP,MM.


Pelatihan kewirausahaan produktif terintegrasi diselenggarakan selama 5 (lima) hari mulai dari tanggal 27 – 31 Januari 2020 di Balai Latihan Kerja Kulon Progo. Peserta pelatihan kewirausahaan produktif terintegrasi berasal dari seluruh UMKM Kulon Progo di 12 Kecamatan sebanyak 60 orang hasil seleksi pendaftaran sebanyak 80 orang.


Menurut Ali Alatas dari BBPP Bekasi dalam laporannya maksud diselenggarakan pelatihan untuk mendorong Pemerintah Daerah dan Stakeholder untuk secara bersama-sama meningkatkan perekonomian, meningkatkan kualitas tenaga kerja dan menyiapkan wirausaha produktif di berbagai bidang. Sedang tujuannya adalah menyiapkan wirausaha produktif, kreatif, memilikii inovasi dan berdaya saing, meningkatkan kompetensi manajerial melalui pelatihan, coaching dan mentoring dan memperoleh output, outcome, benefit dan impact yang signifikan.


Sedangkan Kepala BBPP Bekasi Chairul Fadhly Harahap, SE, MM, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Tata Usahanya Ibnu Wiyoto mengatakan berdasarkan data BPS Agustus 2019, jumlah angkatan kerja sebanyak 133,56 juta orang, bertambah 2,55 juta orang dibanding Agustus 2018. Jumlah penduduk bekerja Agustus 2019 sebanyak 126,51 juta orang, bertambah 2,5 juta orang dibanding Agustus 2018, sehingga jumlah pengangguran mencapai 7,05 juta orang, mengalami kenaikan 50 orang dibandingkan Agustus 2018.


“Dengan jumlah kelompok usia produktif yang cukup tinggi, Indonesia sedang mengalami bonus demografi, yang menjadi aset pemerintah untuk meningkatkan kualitas produktivitas perekonomian. Sehingga saat ini adalah waktu yang tepat, untuk segera melakukan pembangunan sektor Sumber Daya Manusia, melalui menciptakan SDM yang unggul, produktif dan berdaya saing dalam berwirausaha, salah satunya melalui Program Pelatihan Kewirausahaan Terintegrasi,”terangnya.


Chaerul menambahkan Tahun 2019, jumlah wirausaha di Indonesia menembus 3,1 persen dari total jumlah penduduk yang saat ini sekitar 266 juta jiwa atau sekitar 8,06 juta jiwa, angka tersebut melampaui standar internasional sebanyak 2 persen. Walaupun demikian, jumlah ini terbilang minim dibanding tingkat wirausaha di negara-negara maju yang bisa mencapai 14 persen. Artinya, masih ada gap yang jauh diantara itu, dimana Indonesia masih sekitar 8,3 juta, sedangkan nilai yang diharapkan menjadi negara maju wirausaha mampu mencapai 37,4 juta wirausaha dari total jumlah penduduk Indonesia saat ini.


Sementara Asisten Pembangunan Sekda Kulon Progo Ir.Bambang Tri Budi Harsono,MM berharap kepada semua peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan kesadaran tinggi melalui kedisiplinan dari awal sampai selesai, karena luar biasa supporting yang diberikan BBPP Bekasi kepada Kulon Progo, sehingga harus diimbangi dengan semangat juang dari seluruh peserta pelatihan.


“Kemiskinan Kulon Progo masih tinggi otomatis pengangguran juga masih banyak, dengan pelatihan yang akan menambah wawasan ketrampilan, serta adanya kemauan dimana kesempatan dan sikap, kemampuan melalui pengetahuan dan ketrampilan, peserta yang terdiri UMKM ini apabila mampu merekrut lima orang dikalikan jumlah peserta semua sudah mengurangi sekian persen angka pengangguran,”terang Bambang.


Kadinas Nakertrans Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana menjelaskan seluruh biaya pelatihan dari BBPP Bekasi, peserta adalah hasil 80 pendaftar dan lolos 60 peserta seleksi oleh petugas BBPP Bekasi beberapa hari yang lalu. Dalam sesi akhir pembukaan pelatihan tidak lupa selalu dilakukan ikrar tolak miras dan narkoba oleh seluruh peserta pelatihan.