SEMINAR “REMBUG DESA” LSM GSM – MITRA ANAK SEJATI DI GIRIPURWO

Dalam upaya mendukung pengembangan diri orang muda di wilayahnya masing-masing,  LSM GSM Mitra Anak Sejati Kulon Progo mengadakan seminar “Rembug Desa” di 4 (empat) wilayah dampingan, yaitu :

  1. Sabtu, 25 Januari 2020 di Joglo Pokdarwis Goa Watu Jonggol (Rumah Bapak Sumarno)
  2. Minggu, 2 Pebruari 2020 di Kopi Pari, Jatimulyo
  3. Minggu, 9 Pebruari 2020 di Joglo Wongsoyudo, Giripurwo
  4. Minggu 16 Pebruari 2020 di Pengasih

Hadir sekaligus sebagai pembicara dalam acara yang dilaksanakan hari Minggu, 9 Pebruari 2020 adalah :

  1. Pak Eko dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo
  2. Mbak Widya dari Swara Nusa Institut
  3. Mas Bertho dari LSM GSM Mitra Anak Sejati Kulon Progo

Seminar dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman orang muda beserta orang tuanya dalam menyikapi kondisi terkini perkembangan perekonomian dan potensi Kulon Progo, agar dapat meraih kesempatan dengan memanfaatkan peluang yang ada, serta sekaligus menyampaikan krakter dan kualitas yang harus dimiliki orang muda.

Dalam paparannya tentang Kebijakan Ketenakerjaan dan Ketransmigrasian di Kabupaten Kulon Progo yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo (Eko Wisnu Wardhana, SE) bahwa LSM GSM Mitra Anak Sejati betul-betul sangat bermanfaat dan menjadi Mitra bagi Pemkab Kulon Progo serta Dinas Nakertrans. Terlebih informasi-informasi tentang Ketenagakerjaan pada waktu-waktu yang akan datang dapat disampaikan melalui seluruh warga binaan dan orang tuanya. Informasi-informasi tersebut dapat berupa lowongan-lowongan pekerjaan, rencana-rencana pelatihan, Lembaga-lembaga penempatan tenaga kerja yang telah resmi berijin, dan informasi lain yang bermanfaat bagi masyarakat.

Banyak pertanyaan dari peserta “Rembug Desa” tentang akses informasi bekerja di bandara YIA, serta persyaratan-persyaratannya. Adapula yang bertanya tentang hak-hak para pekerja yang harus diberikan oleh perusahaan (karena peserta seminar sudah bekerja). Kemudian ada yang menanyakan jenis pelatihan apa saja yang ada di BLk serta persyaratan peserta pelatihan. Peserta juga ada yang bertanya tentang uji kompetensi terapis.

Salah satu alumni BLK Tahun 2013 (Kejuruan Boga), Ibu Suyati menanyakan tentang adakah bantuan peralatan untuk mengembangkan usaha boganya (beliau sudah usaha mandiri dibidang boga, namun belum PIRT dan mohon solusi serta informasi bantuan peralatan)

 

Seminar diakhiri dengan Ikrar bersama untuk Tolak Miras dan Narkoba