GELAR PERDANA KIE TRANSMIGRASI DI SAMIGALUH

    Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo menggelar acara sosialisasi program Transmigrasi melalui KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) bagi warga masyarakat Kapanewon Samigaluh tepatnya pedukuhan Puyang Kelurahan Purwoharjo, Kamis (13/2).

   Menurut Kepala Bidang Transmigrasi Heri Widada,SIP, Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2020 ini mendapat quota Transmigrasi Umum dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Nakertrans DIY sebanyak 15 KK (Kepala Keluarga). Jumlah ini sama seperti tahun 2019 yang lalu.

   Dihadapan warga Purwoharjo, Heri menjelaskan bahwa quota 15 KK tersebar di empat Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) meliputi 2 KK lokasi UPT Tanjung Buka SP.6B Kawasan Salimbatu Kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Utara, 3 KK lokasi UPT Mahalona SKP C.SP.1 Kawasan Mahalona Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan, 5 KK lokasi UPT Raimuna Kawasan Maligano Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara dan 5 KK lokasi UPT Wala/Lagading Kawasan Pituriase Kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang) Propinsi Sulawesi Selatan.

    “Secara keseluruhan quota transmigrasi umum di DIY tahun 2020 sejumlah 75 KK  dibagi untuk Kabupaten Bantul 20 KK Sleman memperoleh 15 KK, Gunung Kidul 15 KK dan Kota Jogja 10 KK,”terang Heri, yang dalam kegiatan perdana tersebut melibatkan transmigran 2015 Moch Makmur asal Krinjing Jatisarno Nanggulan.

   Sementara Kasie Penyediaan Transmigrasi Totok Hermawan,SE menambahkan Program transmigrasi bersifat sukarela dan gratis tanpa dikenakan biaya apapun, semua sudah ditanggung pemerintah, dengan fasilitas yang diperoleh para transmigran adalah rumah tinggal permanen dan semi permanen siap huni, lahan rumah/pekarangan dan lahan usaha dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektar, memperoleh bantuan usaha berupa uang tunai melalui transfer rekening catrans sebesar Rp.5 juta ketika sampai lokasi, perjalanan dengan pesawat terbang, bantuan jatah hidup (jadup) selama satu tahun lahan kering dan satu setengah tahun bagi lahan basah seperti di Bulungan Kaltara.

   “Pendaftaran dibuka untuk warga ber KTP Kulon Progo, sudah menikah, usia antara 18 sd 50 tahun, belum pernah transmigrasi, mempunyai ketrampilan dan lolos seleksi. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengarap lahan diberikan pelatihan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Sleman, Transito Transmigrasi Dinas Nakertrans Pemda DIY dan pelatihan di BLK Kulon Progo,”terang Totok.

   Makmur yang telah sukses di lokasi Transmigran Bulungan menceritakan bahwa lokasi tempatnya transmigran memang pasang surut tetapi tidak setiap saat hanya kadang kala saja. Selain dekat dengan kota propinsi Kaltara, komoditas sayur mayur sebagai penghasilan utama sangat mudah dalam hal pemasaran pembeli sudah langsung dating ke lokasi tanpa harus repot membawa hasil ke kota, dan harganya sangat menggiurkan.

    “Menjadi transmigran harus punya niat untuk merubah nasib menjadi lebih baik, kalau sudah niat maka segalanya akan lancar, pasti lebih baik di banding di Jawa, “ujar Maknun yang sebelumnya juga sudah mempunyai pekerjaan yang lumayan di Kulon Progo ini.