KIE TRANSMIGRASI DI TRIHARJO WATES

KIE TRANSMIGRASI DI TRIHARJO WATES


Pelaksanaan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo kembali diselenggarakan bagi warga masyarakat Kapanewon Wates khususnya warga Kalurahan Triharjo dengan mengambil tempat di Balai Pertemuan warga pedukuhan Conegaran, Kamis (20/2).


Karena peserta sebagian besar adalah perangkat (dukuh) di wilayah Kalurahan Triharjo dan tokoh masyarakat dan bukan langsung kepada warga masyarakat, maka titik berat adalah terkait dukungan untuk menyampaikan informasi ketransmigrasian kepada warga masyarakat setelah selesainya acara.


Kepala Bidang Transmigrasi Heri Widada,SIP, Kabupaten Kulon Progo mengatakan selain melalui KIE ini pemkab Kulon Progo sudah membuat Surat Edaran (SE) tentang kuota transmigrasi yang mohon dukungan dukuh se Kulon Progo untuk menyampaikan kepada warga masyarakat dalam setiap pertemuan bahwa masih adanya program pemerintah berupa transmigrasi.


“Kami titip kepada bapak ibu yang hadir untuk disampaikan kepada warga masyarakatnya di setiap pertemuan bahwa transmigrasi ini masih ada, tahun 2020 ini mendapat kuota Transmigrasi Umum dari Pemerintah Pusat melalui Dinas Nakertrans DIY sebanyak 15 KK (Kepala Keluarga),”terang Heri.


Sedangkan Kasie Penyediaan Transmigrasi menjelaskan bahwa quota 15 KK tersebar di empat Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) meliputi 2 KK lokasi UPT Tanjung Buka SP.6B Kawasan Salimbatu Kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Utara, 3 KK lokasi UPT Mahalona SKP C.SP.1 Kawasan Mahalona Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan, 5 KK lokasi UPT Raimuna Kawasan Maligano Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara dan 5 KK lokasi UPT Wala/Lagading Kawasan Pituriase Kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang) Propinsi Sulawesi Selatan.


Ditambahkan Totok , Program transmigrasi bersifat sukarela dan gratis tanpa dikenakan biaya apapun, semua sudah ditanggung pemerintah, dengan fasilitas yang diperoleh para transmigran adalah rumah tinggal permanen dan semi permanen siap huni, lahan rumah/pekarangan dan lahan usaha dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektar, memperoleh bantuan usaha berupa uang tunai melalui transfer rekening catrans sebesar Rp.5 juta ketika sampai lokasi, perjalanan dengan pesawat terbang, bantuan jatah hidup (jadup) selama satu tahun lahan kering dan satu setengah tahun bagi lahan basah seperti di Bulungan Kaltara.


“Pendaftaran dibuka untuk warga ber KTP Kulon Progo, sudah menikah, usia antara 18 sd 50 tahun, belum pernah transmigrasi, mempunyai ketrampilan dan lolos seleksi. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengarap lahan diberikan pelatihan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Sleman, Transito Transmigrasi Dinas Nakertrans Pemda DIY dan pelatihan di BLK Kulon Progo,”terang Totok.