BUPATI BUKA PELATIHAN WIRAUSAHA BARU TERINTEGRASI DAN TENAGA KERJA MANDIRI SEKTOR INFORMAL

BUPATI BUKA PELATIHAN WIRAUSAHA BARU TERINTEGRASI DAN TENAGA KERJA MANDIRI SEKTOR INFORMAL


Bupati Kulon Progo Drs.H Sutedjo membuka pelatihan wirausaha baru terintegrasi dan pelatihan tenaga kerja mandiri sektor informal di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Selasa (25/2). Turut hadir Kepala Bidang Penyelenggara dan Pemberdayaan Masyarakat Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) Kemenaker RI di Bekasi Herbert Rudolf Lubis,SE,MSi, Kadinas Nakertrans Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana,SE, Kadinas Perdagangan Kulon Progo Iffah Mufidati,SH,MM, Kadinas Pariwisata Kulon Progo Niken Probolaras,S.Sos,M.H. dan beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Menurut Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Kulon Progo Eko Wisnu Wardhana,SE, pelatihan yang diselenggarakan merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman bersama antara Bupati Kulon Progo dengan Dirjen Pembinaan dan Pelatihan dan Produktifitas Kemenaker RI pada 15 Nopember 2019 yang lalu. Semua didanai oleh Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) Kemenaker RI, yang sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan Januari 2020 yang lalu sebanyak 2 paket dank arena animo masyarakat yang tinggi sehingga pada kesempatan ini diberikan lagi.


“Pelatihan ini diikuti 80 peserta yang telah lolos seleksi oleh BBPP kemudian terbagi dua tahap, untuk tahap pertama mulai hari ini sampai berakhir 29 Pebruari mendatang, sedangkan tahap kedua akan dimulai 3 Maret sampai 7 Maret 2020 mendatang, masing-masing tahapan 40 peserta”kata Eko.


Ditambahkan Eko untuk pelatihan tenaga kerja mandiri sektor informal bersumber APBD Kabupaten dengan peserta 20 orang berasal 7 kapanewon yaitu bidang handycraff dari bahan limbah plastik.


Sementara Kepala Bidang Penyelenggara dan Pemberdayaan Masyarakat Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) Kemenaker RI di Bekasi Herbert Rudolf Lubis,SE,MSi, mengatakan wirausaha kita banyak sekali tetapi juga kebanyakan belum mempunyai ilmu mengelola usahanya dengan baik, sehingga kadang di tengah jalan berhenti usahanya. Diharapkan dengan adanya pelatihan UKM dapat meningkatkan usahanya. Pendapatan Negara kita 60 persen menyumbangnya dari para wirausahawan bahkan 90 persen menyumbang tenaga kerja sehingga perlu dibina terus menerus.


Hal senada dikatakan Bupati Kulon Progo Drs.Sutedjo yang berharap dengan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan, sehingga mampu menggali potensi yang ada serta menjadi daya ungkit memberikan semangat dalam menekuni usahanya.


“Walaupun pelatihan ini hanya berlangsung singkat karena hanya lima hari, tetapi paling tidak mampu memberikan bekal yang cukup bagi para peserta untuk melakukan peningkatan berwirausaha, tekuni usaha yang sudah dilakukan, jangan mudah menyerah,”pinta Sutedjo.


Sutedjo menambahkan tiga hal yang harus dipegang para peserta untuk bekal usahanya yaitu luruskan niat, tawakal kepada Alloh SWT dan sempurnakan ikhtiar. Anak muda biasanya ingin cepat kaya raya kemudian jalan pintas dengan menaikan harga, keliru tetapi yang benar menaikkan omzetnya, karena yang besar tentu dari kumpulan yang kecil-kecil.


Usai penyematan tanda peserta secara simbolis, dilakukan ikrar tolak miras dan narkoba oleh Bupati bersama seluruh undangan dan peserta pelatihan yang dipandu Kadinas Nakertrans Kulon Progo.