DAMPAK CORONA KUOTA TRANSMIGRASI BERKURANG

DAMPAK CORONA KUOTA TRANSMIGRASI BERKURANG


Wabah virus Covid 19 atau Corona tak hanya berdampak pada sector jasa dan ekonomi saja, namun juga program transmigrasi yang mengalami pemangkasan kuota. Berkurangnya jumlah penempatan direncanakan untuk mempersiapkan calon transmigran bebas virus Covid 19/corona, sehingga tidak menjadi beban daerah penempatan di kelak kemudian hari.


Menurut Eko Wisnu Wardhana,SE Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi memperoleh quota program Transmigrasi Umum sebanyak 15 KK (Kepala Keluarga), kemudian adanya wabah virus Corona terjadi revisi pengurangan sebanyak 5 KK menjadi 10 KK.


“Wabah virus Corona berdampak pada jumlah kuota transmigrasi yang pada awalnya 15 KK tersebar di empat Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), menjadi hanya 10 KK di tiga UPT, satu lokasi yang terdiri lima KK UPT Wala/Lagading Kawasan Pituriase Kabupaten Sidenreng Rappang /Sidrap ditiadakan,”terang Eko Wisnu Wardhana yang sebelumnya memperoleh informasi dari Dinas Nakertrans Pemda DIY.


Terpisah Kepala Bidang Transmigrasi, Heri Widada,SIP,MM menjelaskan bahwa sebelumnya kuota ada 15 KK meliputi 2 KK lokasi UPT Tanjung Buka SP.6B Kawasan Salimbatu Kabupaten Bulungan Propinsi Kalimantan Utara, 3 KK lokasi UPT Mahalona SKP C.SP.1 Kawasan Mahalona Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan, 5 KK lokasi UPT Raimuna Kawasan Maligano Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara dan 5 KK lokasi UPT Wala/Lagading Kawasan Pituriase Kabupaten Sidrap (Sidenreng Rappang) Propinsi Sulawesi Selatan, adanya pengurahan alokasi Sidrap ditiadakan.


Program transmigrasi bersifat sukarela dan gratis tanpa dikenakan biaya apapun, semua sudah ditanggung pemerintah, dengan fasilitas yang diperoleh para transmigran adalah rumah tinggal permanen dan semi permanen siap huni, lahan rumah/pekarangan dan lahan usaha dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektar, memperoleh bantuan usaha berupa uang tunai melalui transfer rekening catrans sebesar Rp.5 juta ketika sampai lokasi, perjalanan dengan pesawat terbang, bantuan jatah hidup (jadup) selama satu tahun.


Pendaftaran dibuka untuk warga ber KTP Kulon Progo, sudah menikah, usia antara 18 sd 50 tahun, belum pernah transmigrasi, mempunyai ketrampilan dan lolos seleksi. Untuk meningkatkan pengetahuan dalam mengarap lahan diberikan pelatihan oleh Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Sleman, Transito Transmigrasi Dinas Nakertrans Pemda DIY dan pelatihan di BLK Kulon Progo.
“Disnakertrans sudah memasang spanduk di beberapa lokasi strategis, menyebar brosur seluruh dukuh di Kulon Progo, informasi lengkap silahkan datang langsung ke Bidang Transmigrasi dan petugas Pos pelayanan transmigrasi (Posyantrans) yang tersebar di 12 Kecamatan,”ujar Heri.