MAY DAY KULON PROGO BAGI SEMBAKO DAN MASKER

MAY DAY KULON PROGO BAGI SEMBAKO DAN MASKER


Peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional yang bertepatan 1 Mei tetap digelar di Kabupaten Kulon Progo. Nuansanya hampir sama seperti tahun sebelumnya dengan kearifan lokal yaitu pembagian paket sembako dan masker. Sedangkan temanya dari buruh oleh buruh untuk buruh.


Penyerahan sembako kepada perwakilan buruh dan masker kepada Kepala BPBD Kulon Progo Drs.Ariadi MM secara simbolis dilakukan oleh Bupati Kulon Progo Drs.H Sutedjo di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, Rabu (29/4). Karena masih dalam suasana wabah pandemic covid 19 sehingga hanya menghadirkan PLT Kadinas Nakertrans Kulon Progo, Eko Wisnu Wardhana,SE , DPC KSPSI, Apindo, dan undangan dari beberapa perusahaan.


Ketua DPC KSPSI Kulon Progo, Taufiq Rico Khoirul Ashar mewakili panitia May Day mengatakan meski dalam situasi wabah pandemic , namun kegiatan May Day tetap diselenggarakan dengan memberikan paket sembako yang dibagikan kepada buruh yang terdampak pandemic Covid 19 sejumlah 383 paket dari partisipasi Swalayan Sido Agung 100 paket dan beberapa perusahaan serta BUMD, sedangkan untuk masker jumlahnya sebanyak 1.920 buah diserahkan kepada BPBD Kabupaten Kulon Progo 1.000 buah, sisanya sudah disalurkan kepada pedagang pasar dan masyarakat melalui Dinas Perdagin dan Pramuka Peduli Kwarcab Kulon Progo


Bupati Kulon Progo Drs.H Sutedjo menyampaikan terima kasih kepada panitia khususnya jajaran DPC KSPSI, Apindo yang telah menyelenggarakan kegiatan positif dengan memberikan sembako dan masker ditengah kondisi wabah pandemic Covid 19, dampaknya bahkan mempengaruhi keberlangsungan beberapa perusahaan di wilayah kabupaten Kulon Progo. Namun demikian sebisa mungkin diharapkan tidak ada PHK diatur bagaimana caranya agar semua dapat merasa tenang.


“Dengan adanya perusahaan yang merumahkan karyawan tentu bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban kehidupan sehari- hari, dan masker juga sangat bermanfaat , meski di Kulon Progo yang positif kumulatif dua orang sejak terjangkitnya wabah, yang meningkat jumlah pemudik namun kita harus kompak menjaga kebersihan, selalu membiasakan cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak,”kata Sutedjo