15 KK KUOTA TRANSMIGRASI KULON PROGO 2021 Masih Pandemi Usul Moratorium Transmigrasi

Pada tahun 2021 ini Kabupaten Kulon Progo mendapat jatah Kuota Transmigrasi sejumlah 15 KK yang tersebar di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Secara keseluruhan DIY mendapat jatah dari Kementerian PDT Trans sebanyak 70 KK yang kemudian melalui Rapat Koordinasi di Dinas Nakertrans DIY, Rabu (3/3) lalu dibagikan ke Kabupaten/ Kota, masing-masing Kabupaten Bantul terbanyak dengan 20 Kuota, Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman masing-masing 15 KK, kemudian Kabupaten Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta masing-masing mendapat 10 KK. Dari 70 KK ini tersebar di 5 Kawasan Transmigrasi di Pulau Kalimantan dan Sulawesi meliputi Kawasan Kerang di Keladen Kabupaten Paser Kalimantan Timur 15 KK, Kawasan Lamunti/Dadahup Lokasi SP-3 Palingkau Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah 10 KK, Kawasan Tobadak Lokasi Saluandeang Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat 10 KK, Kawasan Mutiara Lokasi Raimuna Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara 15 KK, Kawasan Asinua/Routa Lokasi Watutinawu Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara 5 KK dan Kawasan Mahalona Lokasi Mahalona SKP C SP.1 Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan 15 KK.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo Drs.Nurwahyudi,MM, Jum at (5/3) mengatakan Kuota Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo pada tahun 2021 ini ternyata tidak seperti rencana awal tahun 2020 lalu yang di moratorium tidak ada pemberangkatan rencana akan diberangkatkan tahun 2021, namun ada lokasi yang ternyata di drop tanpa pemberitahuan resmi, yaitu di kawasan transmigrasi di Bulungan Kalimantan Utara padahal peminatnya dua kali lipat dari Kuota yang diberikan, sehingga dengan adanya informasi seperti ini belum tahu apakah mau calon di pindah ke lokasi baru. Hal yang sama juga terjadi ketika Kulon Progo pada tahun yang sama juga di kasih Kuota di Sidrap ternyata di tengah jalan ketika kami gencar-gencar promosi juga lokasi tersebut di drop.


Sementara Kepala Bidang Transmigrasi Heri Widada,SIP,MM menambahkan Kuota 15 tahun ini meliputi Lokasi Raimuna Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara 5 KK, Mahalona Kabupaten Luwu Timur 5 KK dan Lokasi Palingkau Dadahup Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah 5 KK.


“Ini baru pembagian Kuota karena masih pandemic Covid 19 terkait kepastian keberangkatan yang tahun kemarin ditunda , untuk tahun ini juga belum tahu pastinya, meski sudah berjalan vaksinasi , namun menurut pendapat saya lebih baik program transmigrasi untuk sementara di moratorium dulu menunggu wabah pandemic Covid 19 reda, atau oleh WHO diputuskan menjadi endemic, kalau masih seperti sekarang ini sangat riskan sekali,”terang Heri.


Seperti diketahui bahwa tahun 2020 yang lalu saat pandemic Covid 19 melanda pemerintah membatalkan program pemberangkatan transmigrasi karena anggaran direfocusing untuk mengatasi pandemic, hal yang sama juga terjadi di tahun 2021 yang kembali dilakukan refocusing anggaran untuk penggadaan vaksin Covid 19.