KULON PROGO MASIH MINIM PENDAFTAR CALON TRANSMIGRAN

Setelah sempat tertunda karena pandemic Covid 19, pemberangkatan calon transmigran tahun 2020 rencana akan diberangkatkan akhir tahun 2021 ini. Meski belum ada pemberitahuan secara resmi dari pusat, namun pembagian kuota dan pembahasan naskah kerjasama antar daerah asal dan daerah penempatan saat ini telah berlangsung.
Forum transmigrasi dari unsur Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemda DIY dan Kabupaten/kota Se DIY baru saja menggelar acara di Kota Jogja pada Selasa (18/5). Selain menyampaikan progress masing-masing hingga jelang pertengahan tahun ini, juga perkembangan informasi terkait transmigrasi di saat masih adanya wabah pandemic Covid19 ini.
Dalam forum tersebut terungkap bahwa hampir semua kabupaten/kota tak melakukan refocusing anggaran transmigrasi namun di pilih pengurangan anggaran dari pos selain transmigrasi, serta kesiapan calon transmigrannya, hanya Kabupaten Kulon Progo yang melakukan refocusing pada program kegiatan transmigrasi yang kemudian akan diusahakan kembali untuk anggaran bantuan catrans serta pengawalan melalui anggaran perubahan, selain itu masih sangat minimnya pendaftar calon transmigran di bumi menoreh tersebut.
Kepala Bidang Transmigrasi Dinas Nakertrans Kulon Progo Heri Widada,SIP,MM membenarkan adanya refocusing anggaran program transmigrasi untuk dialihkan dalam persoalan pandemic covid 19 tahun 2021 ini dan masih minimnya pendaftar
“Pandemi masih berlangsung sehingga perkiraan kami masih ada moratorium transmigrasi ini, sehingga kita pilih untuk refocusing, kalau kemudian kebijakan pusat akan mengirim tentu kita akan kembali minta anggaran di perubahan, sedangkan calon transmigran saat ini belum terpenuhi, sebelumnya sudah lumayan mendekati kuota yang ada, tetapi karena penantian yang lama sehingga beberapa membatalkan karena sudah mendapat pekerjaan, selain itu lokasi juga ada perubahan tidak seperti tahun sebelumnya seperti di Bulungan yang kelebihan pendaftar ternyata tahun ini di batalkan tidak ada jatah ke Bulungan, dialihkan ke lokasi lain tidak mau,”terang Heri.
Ditambahkan Heri, dari tahun ke tahun peminat transmigrasi terus menurun, sesuai hasil survei beberapa waktu lalu karena lebih nyaman tinggal di Kulon Progo, kalau ada selalu lokasi yang sudah tidak ada kuotanya yaitu Sumatera karena sanak saudara sudah lebih dulu tinggal. Karena transmigrasi ini program pusat sehingga daerah tidak bisa berbuat banyak hanya mengikuti saja. Seiring dengan pandemic covid 19 anggaran pusat informasinya juga dipangkas 50 persen sehingga pembangunan perumahan untuk para transmigran otomatis juga berkurang.