Evaluasi pelaksanan Padat Karya di Pedukuhan Ngipik, Bumirejo

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupate Kulon Progo pada Rabu, 14 September 2022 melaksanakan kunjungan sekaligus pertemuan dalam rangka evaluasi pasca pelaksanaan pekerjaan Padat Karya Infrastruktur sumber dana BKK DIY. Kegiatan pertemuan dilaksanakan di Rumah Dukuh Ngipik, Bumirejo, Lendah serta dihadiri 25 orang peserta terdiri atas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo, personil dari Kapanewon Sentolo, Lurah Bumirejo beserta Ulu-Ulu, tokoh masyarakat di pedukuhan Ngipik, serta beberapa orang pekerja padat karya yang mewakili.

Lurah Bumirejo dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan berjalan lancar selama 18 hari dengan ada pengembangan pekerjaan dalam bentuk penyelesaian cor jalan dan pengembangan sisi kanan dan kiri bangket jalan. Ditekankan pula bahwa pengembagnan pekerjaan tersebut tidak menggangguupah kerja dan bersifat murni swadaya masyarakat. Lurah Bumirejo sekali lagi menyampaikan apresiasi kepada pihak kabupaten/Disnakertrans yang telah memberikan fasilitasi kegiatan di pedukuhan Ngipik, serta apresiasi dari warga pedukuhan Ngipik sendiri yang telah bekerja sesuai dengan juknis yang ada.

Dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo diwakili oleh Sekdin (Drs. Abdul Kahar, M.Si.), Kepala Bidang PPTK (Atik Zuniastuti, S.Sos., M.T.) dan Pengantar Kerja (Esti Rohana, S.Si.). Dalam tanggapannya disampaikan oleh Sekretaris Disnakertrans KP bahwa pihak dinas memberikan apresiasi bagi kalurahan serta keaktifan masyarakat padukuhan Ngipik untuk terlaksananya kegiatan dengan lancar. Adapun manfaat dari padat karya ini adalah infrastruktur akses jalan yang memudahkan aksesibiltas masyarakat. Upah yang diterima bisa menjadi perangsang untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Terkait dengan BPJS ketenagakerjaan, diserahkan kepada masyarakat apakah akan diteruskans ecara mandiri atau tidak, namun tetap diingatkan terkait manfaat klaim yang dapat diperoleh oleh pekerja yang tentunya akan bermanfaat di masa datang. Pasca pekerjaan padat karya ini dihimbau agar masyarakat dapat merawat serta memelihara hasil pekerjaan yang ada agar dapat berkesinambungan.

Kepala Bidang PPTK meminta usulan dan sara masukan dari seluruh peserta pertemuan terkait evaluasi kegiatan untuk tujuan perbaikan di masa yang akan datang serta apabila ada aspirasi dari masyarakat agar ditekankan bahwa usulan padat karya bersifat pekerjaan sederhana, teknologi sederhana sehingga dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi calon pekerja yang nanti akan terlibat. Dipastikan pula status dari segmen yang akan diusulkan agar nantinya tidak terjadi tumpang tindih kewenangan pemerliharaan. Ketersediaan tenaga kerja dapat dilihat melalui data DTKS yang ada di masing-masing lokasi.

Kapanewon Sentolo menyampaikan kegiatan padat karya ini memang bernar-benar bermanfaat bagi msayarakat sehingga agar dapat berkesinambungan dan dimanfaatkan secara optimal, maka masyarakat harus selalu merawat dan memelihara dengan sebaik-baiknya hasil pekerjaa tersebut.

Tokoh masyarakat juga menyampaikan bahwa kebutuhan dari pedukuhan Ngipik sendiri sebenarnya masih sangat banyak, misal terkait drainase, untuk itu akan diusulkan pada masa yang akan datang.

Rangkaian terakhir dari pertemuan evaluasi ini dilakukan pengukuran volume kegiatan pekerjaan corblok jalan dan pembuatan bangket di lokasi dimana untuk hasilnya cukup bagus memenuhi spek yang sudah ditentukan serta memang terdapat pengembangan pekerjaan yang tentunya menjadi nilai positif.